Penjelasan Mengenai Sushi, Makanan Khas Dari Jepang
Yang Banyak Diminati
Berbicara mengenai
Jepang, pasti tidak terlepas dari kebudayaan mereka yang memang terbilang unik.
Disamping busananya yang unik tersebut, Jepang merupakan salah satu negara yang
sangat disiplin dalam kehidupannya. Selain kehidupan dan budayanya, ada satu
hal lagi yang tidak bisa dipisahkan dari Jepang, yaitu kulinernya. Dan salah
satu kuliner yang sudah tidak asing lagi dengan Jepang adalah Sushi.
Hampir semua orang
pasti tahu dengan makanan yang satu ini. Bisa dibilang sushi adalah ikon
kuliner yang berasal dari Jepang. Tiap kali jika ditanya mengenai kuliner yang
berkaitan dengan Jepang, pasti hampir semua orang menjawabnya dengan Sushi,
makanan yang biasanya disajikan dengan daging ikan mentah.
Sebenarnya gimana sih
asal usul adanya sushi ini, apa manfaat dari mengko
nsumsi sushi? Untuk lebih jelasnya, yuk simak ulasannya berikut ini.
nsumsi sushi? Untuk lebih jelasnya, yuk simak ulasannya berikut ini.
Apa Itu
Sushi
Sushi merupakan
makanan khas asal Jepang yang terdiri dari nasi yang dibentuk bersama lauk yang
berupa makanan laut, daging, sayuran mentah atau yang sudah dimasak. Nasi sushi
mempunyai rasa asam yang lembut karena dibumbui campuran cuka beras (mizkan),
garam, dan gula.
Konon kebiasaan
mengawetkan ikan dengan menggunakan beras dan cuka berasal dari daerah
pegunungan di Asia Tenggara. Dasar ilmiah di balik proses fermentasi ikan yang
dikemas dalam nasi adalah karena cuka yang dihasilkan dari fermentasi nasi
menguraikan asam amino pada daging ikan. Hasilnya salah satu dari lima rasa dasar
yang menyehatkan.
Asal usul kata sushi
adalah kata sifat untuk rasa masam yang ditulis dengan huruf kanji sushi. Pada
awalnya, sushi yang ditulis dengan huruf kanji merupakan istilah untuk salah
satu jenis pengawetan ikan yang disebut dengan gyoshÅ yang membaluri ikan
dengan garam dapur, bubuk ragi atau ampas sake. Penulisan sushi menggunakan
huruf kanji yang dimulai pada zaman Edo periode pertengahan merupakan cara
penulisan ateji (menulis dengan huruf kanji lain yang berbunyi yang sama).
Asal Usul Sushi
Pada dasarnya,
sebenarnya sushi pertama kali dibuat oleh penduduk asli China pada abad kedua
sebelum masehi. Awalnya, sushi muncul berkat kebiasaan dari penduduk China yang
kerap memiliki kebiasaan untuk mengawetkan makanan.
Pada saat itu, ikan
memang secara sengaja ditempatkan didalam beras sebagai bentuk proses
fermestasi. Cara ini memungkinkan seseorang untuk menjaga kondisi dan rasa ikan
selama beberapa waktu. Ketika ingin menyantapnya, hanya tinggal buang beras dan
ikan pun siap untuk disantap.
Seiring berjalannya
waktu, metode ini berhasil menyebar ke seluruh daratan China, bahkan hingga
sampai ke Negeri Sakura Jepang. Mereka mengambil konsep tersebut dan
memodifikasinya lebih lanjut.
Awalnya, hidangan
yang disajikan hanya berupa nasi beserta dengan ikan saja. Namun, pada awal
abad ke-18, distrik Matsumoto Yoshiici Edo (sekarang bernama Tokyo) mulai
membumbui nasi dan ikan dengan cuka anggur. Hal ini memungkinkan para pembeli
untuk langsung menyantapnya, tanpa harus menunggu berbulan-bulan seperti yang
dilakukan penduduk asli China.
Pada awal abad ke-19,
seorang pria asal Jepang yang bernama Hanaya Yoheii melakukan sebuah perubahan
besar dalam proses pengolahan dan penyajian sushi. Ia tidak lagi membungkus
daging ikan dengan nasi, Yohei justru menyajikan potongan daging ikan segar di
atas sepotong nasi berbentuk persegi panjang.
Teknik tersebut
dikenal dengan sebutan ‘nigiri sushi’ atau ‘edomae sushi’. Hingga saat ini,
hampir seluruh restoran sushi di Jepang menyajikan produk mereka dengan teknik tersebut.
Dulu, sushi banyak dijajakan oleh warung-warung yang terdapat di pinggir jalan
sebagai camilan ringan saja. Oleh karena itu, makanan ini dikenal sebagai
makanan cepat saji pertama yang ada di Jepang.
Setelah berakhirnya
Perang Dunia II, warung sushi mulai banyak yang ditutup, dan ada juga yang
dipindahkan pada kawasan yang lebih layak dan bersih. Konsepnya pun mulai
berubah. Lebih banyak tempat duduk formal yang disediakan, dan secara tidak
langsung, cara ini juga berhasil mengubah mindset semua kalangan bahwa sushi
menjadi salah satu makanan ‘mewah’ yang ada di negara tersebut.
Pada perkembangannya
sampai sekarang ini, sushi tidak hanya dikaitkan sebagai salah satu makanan
tradisional asal Jepang saja, makanan ini sendiri sudah mulai berevolusi ketingkat
yang lebih modern, dan bahkan jauh lebih kompleks dari sebelumnya.
Sudah banyak pengaruh
budaya Barat yang melahirkan gaya pengolahan sushi dengan tampilan dan nuansa
terbaru. Kita sebut saja salah satunya yaitu california rolls. Ini merupakan
jenis sushi modern (fusion) yang dapat ditemukan di restoran-restoran sushi
kelas atas.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar