Text Berjalan

Selamat Datang di Blog Saya, dan Terima Kasih Atas Kunjungannya

Rabu, 13 Maret 2019

Sushi


Penjelasan Mengenai Sushi, Makanan Khas Dari Jepang Yang Banyak Diminati

Berbicara mengenai Jepang, pasti tidak terlepas dari kebudayaan mereka yang memang terbilang unik. Disamping busananya yang unik tersebut, Jepang merupakan salah satu negara yang sangat disiplin dalam kehidupannya. Selain kehidupan dan budayanya, ada satu hal lagi yang tidak bisa dipisahkan dari Jepang, yaitu kulinernya. Dan salah satu kuliner yang sudah tidak asing lagi dengan Jepang adalah Sushi.
Hampir semua orang pasti tahu dengan makanan yang satu ini. Bisa dibilang sushi adalah ikon kuliner yang berasal dari Jepang. Tiap kali jika ditanya mengenai kuliner yang berkaitan dengan Jepang, pasti hampir semua orang menjawabnya dengan Sushi, makanan yang biasanya disajikan dengan daging ikan mentah.
Sebenarnya gimana sih asal usul adanya sushi ini, apa manfaat dari mengko
nsumsi sushi? Untuk lebih jelasnya, yuk simak ulasannya berikut ini.
Apa Itu Sushi
Sushi merupakan makanan khas asal Jepang yang terdiri dari nasi yang dibentuk bersama lauk yang berupa makanan laut, daging, sayuran mentah atau yang sudah dimasak. Nasi sushi mempunyai rasa asam yang lembut karena dibumbui campuran cuka beras (mizkan), garam, dan gula.
Konon kebiasaan mengawetkan ikan dengan menggunakan beras dan cuka berasal dari daerah pegunungan di Asia Tenggara. Dasar ilmiah di balik proses fermentasi ikan yang dikemas dalam nasi adalah karena cuka yang dihasilkan dari fermentasi nasi menguraikan asam amino pada daging ikan. Hasilnya salah satu dari lima rasa dasar yang menyehatkan.
Asal usul kata sushi adalah kata sifat untuk rasa masam yang ditulis dengan huruf kanji sushi. Pada awalnya, sushi yang ditulis dengan huruf kanji merupakan istilah untuk salah satu jenis pengawetan ikan yang disebut dengan gyoshō yang membaluri ikan dengan garam dapur, bubuk ragi atau ampas sake. Penulisan sushi menggunakan huruf kanji yang dimulai pada zaman Edo periode pertengahan merupakan cara penulisan ateji (menulis dengan huruf kanji lain yang berbunyi yang sama).

Asal Usul Sushi
Pada dasarnya, sebenarnya sushi pertama kali dibuat oleh penduduk asli China pada abad kedua sebelum masehi. Awalnya, sushi muncul berkat kebiasaan dari penduduk China yang kerap memiliki kebiasaan untuk mengawetkan makanan.
Pada saat itu, ikan memang secara sengaja ditempatkan didalam beras sebagai bentuk proses fermestasi. Cara ini memungkinkan seseorang untuk menjaga kondisi dan rasa ikan selama beberapa waktu. Ketika ingin menyantapnya, hanya tinggal buang beras dan ikan pun siap untuk disantap.
Seiring berjalannya waktu, metode ini berhasil menyebar ke seluruh daratan China, bahkan hingga sampai ke Negeri Sakura Jepang. Mereka mengambil konsep tersebut dan memodifikasinya lebih lanjut.
Awalnya, hidangan yang disajikan hanya berupa nasi beserta dengan ikan saja. Namun, pada awal abad ke-18, distrik Matsumoto Yoshiici Edo (sekarang bernama Tokyo) mulai membumbui nasi dan ikan dengan cuka anggur. Hal ini memungkinkan para pembeli untuk langsung menyantapnya, tanpa harus menunggu berbulan-bulan seperti yang dilakukan penduduk asli China.
Pada awal abad ke-19, seorang pria asal Jepang yang bernama Hanaya Yoheii melakukan sebuah perubahan besar dalam proses pengolahan dan penyajian sushi. Ia tidak lagi membungkus daging ikan dengan nasi, Yohei justru menyajikan potongan daging ikan segar di atas sepotong nasi berbentuk persegi panjang.
Teknik tersebut dikenal dengan sebutan ‘nigiri sushi’ atau ‘edomae sushi’. Hingga saat ini, hampir seluruh restoran sushi di Jepang menyajikan produk mereka dengan teknik tersebut. Dulu, sushi banyak dijajakan oleh warung-warung yang terdapat di pinggir jalan sebagai camilan ringan saja. Oleh karena itu, makanan ini dikenal sebagai makanan cepat saji pertama yang ada di Jepang.
Setelah berakhirnya Perang Dunia II, warung sushi mulai banyak yang ditutup, dan ada juga yang dipindahkan pada kawasan yang lebih layak dan bersih. Konsepnya pun mulai berubah. Lebih banyak tempat duduk formal yang disediakan, dan secara tidak langsung, cara ini juga berhasil mengubah mindset semua kalangan bahwa sushi menjadi salah satu makanan ‘mewah’ yang ada di negara tersebut.
Pada perkembangannya sampai sekarang ini, sushi tidak hanya dikaitkan sebagai salah satu makanan tradisional asal Jepang saja, makanan ini sendiri sudah mulai berevolusi ketingkat yang lebih modern, dan bahkan jauh lebih kompleks dari sebelumnya.
Sudah banyak pengaruh budaya Barat yang melahirkan gaya pengolahan sushi dengan tampilan dan nuansa terbaru. Kita sebut saja salah satunya yaitu california rolls. Ini merupakan jenis sushi modern (fusion) yang dapat ditemukan di restoran-restoran sushi kelas atas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar